Pastinya di dunia yang serba digital, semakin banyak dari teman-teman yang mengetahui tentang pemrograman. Nah mari kita bedah apa itu pemrograman dengan contoh dan bahasa sederhana.
Pemrograman
Sebelumnya, jika mendengar kata pemrograman apa sih yang terlintas di benak teman-teman? Programmer? Kode Program? Matematika? Website? atau Aplikasi? atau bahkan AI?
Ga salah! semua itu memang terkait. Programming itu ibarat kita mendikte komputer melakukan hal-hal yang kita perintahkan untuk memecahkan suatu masalah. Jadi ada tujuannya teman-teman sebuah kode disusun menjadi sebuah program.
Kalau kita analogikan di kehidupan sehari-hari, ayah ingin minum kopi tapi ga mau mengerjakan sendiri karena ada kamu. Nah ayah menyuruh anaknya untuk membuat teh dengan arahan-arahan yang diberikan. Kita sebagai anaknya mengikut perintah-perintah tersebut sehingga dapat membuat secangkir kopi.
Jika diibaratkan kita seperti komputer, mendapatkan perintah-perintah untuk dijalankan sesuai urutan agar dapat memecahkan masalah (dalam hal ini membuat kopi). Sayangnya komputer tidak mengerti bahasa kita — di luar konteks AI yang sedang trend saat ini. Maka kita harus belajar bagaimana komputer menjalankan perintah agar dapat memecahkan masalah yang kita punya. Salah satunya dengan proses programming dengan bahasa pemrograman tertentu.
Secara resminya : programming refers to a technological process for telling a computer which tasks to perform in order to solve problems[1]
A technological process dapat mengacu pada penggunaan bahasa pemrograman. Artinya untuk dapat membuat program dengan bahasa pemrograman tertentu membutuhkan kemampuan teknis, untuk itu kita harus belajar bahasa pemrograman yang akan digunakan.
Mengubah Algoritma Menjadi Program
Lalu bagaimana dengan algoritma? Ya tentu algoritma menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pemrograman. Dimana langkah awal berpikir logis untuk memecahkan masalah terletak pada proses pembuatan algoritma. Jika algoritma yang dibuat jelas, maka proses membuat program akan semakin cepat. Nah berikut langkah untuk mengubah algoritma yang telah dibuat menjadi program.
| LANGKAH | PENJELASAN |
| 1. Menentukan Masalah | Memahami masalah yang akan diselesaikan. |
| 2. Merancang Algoritma | Menyusun urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah. |
| 3. Menyusun Pseudocode/Flowchart | Menyusun algoritma dalam bentuk pseudocode atau flowchart. |
| 4. Memilih Bahasa Pemrograman | Memilih bahasa pemrograman yang sesuai untuk implementasi. |
| 5. Menulis Kode Program | Mengubah algoritma menjadi kode sumber dalam bahasa pemrograman. |
| 6. Mengkompilasi dan Mengeksekusi | Menyusun kode (kompilasi) dan menjalankan program. |
| 7. Debugging dan Pengujian | Mencari dan memperbaiki kesalahan serta menguji program. |
| 8. Optimasi dan Penyempurnaan | Meningkatkan performa dan memperbaiki kode. |
Algoritma sendiri memiliki beberapa bentuk. Lihat gambar di atas, pada kolom paling kiri merupakan contoh algoritma dalam bentuk deskriptif, pada bagian tengah adalah algoritma dalam bentuk flowchart dan terakhir berupa pseudocode. Masing-masing bentuk memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas di tautan ini.

Beralih kembali ke proses membuat program, terdapat banyak pilihan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan kita. Beberapa contoh bahasa coding yang umum digunakan antara lain C/C++, Java, PHP, dan Python. Setiap bahasa pemrograman dirancang dengan spesifikasi unik dan memiliki peruntukan fungsional yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan ekosistem teknologi yang ingin dibangun. Banyaknya bahasa yang dapat dipilih dapat dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu :
a. Low Level Language
b. Middle Level Language
c. High Level Language

| Tingkat | Penjelasan | Contoh Bahasa | Kelebihan | Kekurangan |
| Low Level | sangat dekat dengan bahasa mesin, memberikan kontrol penuh terhadap perangkat keras | Assembly, Machine code | Performa cepat karena efisiensi tinggi | Sangat sulit dipahami, lebih rawan kesalahan |
| Middle Level | menyediakan lebih banyak kontrol terhadap perangkat keras dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi, tetapi lebih mudah digunakan dibandingkan dengan bahasa mesin atau assembly | C, C++ | Kontrol lebih baik atas perangkat keras, fleksibilitas | Masih memerlukan manajemen memori manual, lebih kompleks dari bahasa tingkat tinggi |
| High Level | dekat dengan bahasa manusia | Python, Java, Ruby, JavaScript, PHP | Mudah dipahami | Kinerja lebih lambat dibanding bahasa lain |
Paradigma Pemrograman
Paradigma ini merupakan cara pandang atau pendekatan untuk menyusun program komputer berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang berfokus pada bagaimana program diorganisasi, diproses, dan diselesaikan. Masing-masing paradigma memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Daftar Pustaka
[1] Coursera. (2024, September 4). What Is Programming? And How To Get Started. Coursera. https://www.coursera.org/articles/what-is-programming


Leave a Reply