Panduan Literasi Digital untuk Mahasiswa BAB II

Digital Information Literacy

A. Apa itu Digital Information Literacy?

Literasi informasi digital adalah kemampuan mencari, menilai, menggunakan dan mengelola informasi digital secara efektif dan kritis. Pada konteks pendidikan, kemampuan ini wajib dimiliki mahasiswa untuk mencari informasi serta mengevaluasi dan menggunakaan informasi tersebut pada koridor akademik. Hal ini penting, mengingat tidak semua informasi di internet valid serta memberikan informasi sumber terpercaya.

B. Perbedaan Informasi Umum dan Akademik

Pertama mahasiswa harus mampu membedakan informasi umum dan informasi yang dapat digunakan untuk akademik.

AspekInformasi UmumInformasi Akademik
Sumber  Blog pribadi, sosial media, portal berita, forum online.Jurnal ilmiah/jurnal akademik, buku teks akademik, tesis, skripsi, disertasi, seminar ilmiah.
Gaya BahasaSederhana, santai, populer.Formal, sistematis.
ValiditasBelum tentu terverifikasiMelalui proses verifikasi oleh reviewer.
TujuanMenghibur, membujuk.Menguji, menjelaskan, mendidik.

C. Cara Mencari Informasi Akademik

Agar memiliki kemampuan dalam mencari informasi akademik yang terpercaya, gunakan mesin pencari yang tepat dan gali fiturnya agar dapat dimaksimalkan.

1. Google Search

Mesin pencari paling popular ini memiliki banyak informasi akademik yang bisa digunakan untuk riset. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan Google Search.

a. Gunakan kata kunci yang tepat.

Hindari kata kunci umum. Semakin spesifik akan semakin relevan dengan informasi yang dicari.

Contoh:

 teknologi

 perangkat digital yang dibutuhkan mahasiswa

Selain itu gunakan tanda kutip (“ “) untuk mencari frasa yang sama persis dengan yang kita ketikkan.

Contoh:

 “Index Literasi Digital Indonesia”

b. Filter dengan jenis dokumen

Pada umumnya materi akademik (jurnal, laporan, e-book) tersedia dalam format pdf maupun dokumen Word. Gunakan operator filetype: untuk mencari jenis file tertentu. Jenis file umum yang dapat kita cari meliputi pdf, ppt (presentasi), doc (dokumen Word), xls (spreadsheet).

Contoh:

 Index Literasi Digital Indonesia filetype:pdf

c. Mencari di situs tertentu

Jika kita mengetahui akan mencari keyword di situs tertentu gunakan operator: site.

Contoh:

 Literasi Digital site:komdigi.go.id

d. Gunakan operator lainnya seperti operator – (minus) untuk pengecualian kata, mencari salah satu kata kunci dari beberapa kata kunci, mencari kata kunci yang tertera di url atau mencari rentang angka.

Contoh:

 Metode analisis lokasi -AHP -> artinya mencari metode analisis lokasi selain AHP

 Metode analisis lokasi AHP or BEP -> artinya mencari metode analisis lokasi dengan AHP atau BEP

  inurl: repository -> artinya mencari url yang memiliki kata kunci repository

 Metode analisis lokasi AHP 2023..2025 -> mencari informasi metode analisis lokasi dari tahun 2023 sampai 2025

2. Google Scholar

Google Scholar merupakan mesin pencari khusus literatur ilmiah seperti jurnal, skripsi, tesis, dan artikel ilmiah. Google Scholar juga menyediakan tautan ke teks lengkap (jika tersedia gratis) dan dapat menampilkan berapa kali literatur ilmiah telah dikutip di penelitian lain. Berikut beberapa langkah singkat penggunaan Google Scholar.

  • Kunjungi               situs              https://scholar.google.com                            atau https://cendekia.google.com.
  • Masukkan kata kunci yang dicari.
  • Jika halaman sudah menampilkan hasil yang relevan dengan kata kunci gunakan filter di sebelah kiri halaman (tahun publikasi, jenis artikel, dan pernyortiran).
  • Fitur “Dirujuk   kali” digunakan untuk melihat artikel lain yang mengutip artikel yang sedang kita lihat. Fitur ini sangat berguna mencari artikel ilmiah lain yang berhubungan.
  • Fitur “Simpan” dengan ikon bintang digunakan untuk menyimpan artikel saat ini yang dapat kita baca di waktu yang akan datang.

Gambar 1. Tampilan Halaman Google Scholar

Gambar 2. Hasil Pencarian

  • Repository Perguruan Tinggi

Universitas pada umumnya memiliki gudang digital untuk menyimpan dan mempublikasikan hasil karya ilmiah dari civitas akademika. Tujuannya untuk  mengarsipkan, melestarikan, dan  menyediakan  akses  terbuka

terhadap kekayaan intelektual universitas. Gunakan operator site: untuk mencari literatur digital di repository perguruan tinggi tertentu. Pastikan mendapatkan versi terbaru dari karya ilmiah jika relevansi waktu termasuk faktor penting diriset yang sedang dikerjakan.

Contoh:

 literasi digital site: etd.repository.ugm.ac.id -> artinya mencari kata kunci “literasi digital” di website etd.repository.ugm.ac.id (repository Universitas UGM)

  • Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital menyediakan akses online ke berbagai materi digital seperti buku, majalah, dan artikel. Bedanya dengan repository kampus, perpustakaan digital memberikan akses ke database jurnal atau e-book dari penerbit eksternal. Contoh perpustakaan digital dengan koleksi yang sangat banyak yaitu https://www.perpusnas.go.id/.

D. Cara Mengevaluasi Kredibilitas Informasi Akademik

Gunakan CRAAP Test untuk mengevaluasi kredibilitas informasi termasuk informasi akademik yang digunakan untuk riset. Metode CRAAP Test mengevaluasi informasi dengan memeriksa pada lima aspek.

KriteriaContoh Pertanyaan
C – Currency (Kebaruan)Apakah informasi ini terbaru dan relevan dengan tahun saat ini?
R – Relevance (Relevansi)Apakah ini berkaitan langsung dengan topik tugas saya?
A – Authority (Otoritas)Siapa penulisnya? Apakah dia ahli atau lembaga terpercaya?
A – Accuracy (Akurasi)Apakah datanya bisa diverifikasi?
P – Purpose (Tujuan)Apakah tujuannya memberi pemahaman atau untuk opini pribadi?

Daftar Pustaka

Redhana, IW (2024). LITERASI DIGITAL, MASYARAKAT PEDOMAN MENGHADAPI 5.0. Bantul: Samudera Biru, https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=3-oTEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=related:jB0rxE1IZ7MJ: sarjana.google.com/&ots=fs0EFVUCbf&sig=1PD0Pbot4Umn7pB1eyzLNEhEnbk&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments

Index