Panduan Literasi Digital untuk Mahasiswa BAB I

I. Literasi Digital

A. Apa itu Literasi Digital?

Literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi dan berbagai platform digital yang efektif dan bertanggung jawab. Kemampuan ini termasuk keterampilan untuk mencari informasi, mengevaluasi sumbernya, sampai mengolah dan membagikan informasi melalui media digital secara etis dan kritis. (Redhana, 2024).

Singkatnya, ini tidak hanya tentang mengerti teknologi, tapi juga bagaimana kita bersikap dan berinteraksi di dunia digital. Jadi, sebagai pengguna native platform digital, kita harusnya tidak mudah percaya berita palsu, tidak mudah menyebar konten negatif dan mengetahui batasan privasi serta keamanan data pribadi.

B. Kenapa Penting di Era Kampus Digital?

Literasi digital mempunyai peran penting dan terlibat di setiap sendi kehidupan. Termasuk di dunia pendidikan, literasi digital dibutuhkan demi menopang proses belajar mengajar menjadi efektif. Kesiapan mahasiswa dalam menggunakan sarana dan prasarana teknologi termutakhir menjadi salah satu aspek penentu kelancaran dalam mendapatkan gelar studi.

Ketidakcakapan mahasiswa dalam menggunakan teknologi informasi sangat mungkin membuat mereka tertinggal, tidak percaya diri dan kesulitan. Menjadikan mereka pada posisi yang sangat dirugikan. Maka, kebutuhan untuk meningkatkan index literasi digital pada mahasiswa termasuk calon mahasiswa baru sangat krusial. Dibutuhkan pengetahuan minimum mengenai teknologi dan komunikasi digital yang tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan tapi juga diperlukan ketika mahasiswa harus berpartisipasi penuh di masyarakat nantinya

C. Mengenali Perangkat Dasar Digital dan Kebutuhan untuk Kuliah

Perangkat digital merupakan alat elektronik yang digunakan untuk mencari, memproses dan mengirim informasi secara digital. Di lingkungan kampus, perangkat digital sangat penting untuk mengakses informasi untuk riset, menyusun tugas berupa makalah maupun presentasi, mengikuti perkuliahan secara daring, serta berkomunikasi dengan dosen, bidang akademik maupun teman seperkuliahan.

  • Beberapa Perangkat Digital yang Umum Digunakan
JenisContohFungsi Umum
Laptop/NotebookLenovo, MacbookMengerjakan tugas ringan yang secara fleksibel dapat dikerjakan dimana saja. Sangat cocok untuk mobilitas tinggi.
SmartphoneSamsung, iPhoneKomunikasi cepat, untuk mengakses informasi cepat. Namun sering memiliki   keterbatasan   dalam mengakses aplikasi desktop.
TabletiPad, Samsung TabCatatan digital, membaca e-book, menggambar. Memiliki ukuran perangkat yang pas untuk mobilitas tinggi. Namun cenderung memiliki spesifikasi di bawah laptop dan harganya tidak jauh berbeda dengan laptop.
Personal ComputerKomputer LabMengerjakan    tugas    berat              seperti editing              video    dan   coding.  Tidak cocok untuk mobilitas tinggi.

Gambar 1. Jenis Perangkat Digital Umum

  • Komponen Utama Perangkat Digital
    • Perangkat Keras (Hardware) : komponen fisik perangkat digital seperti keyboard, mouse, monitor dan speaker. Komponen fisik memiliki ciri dapat disentuh.
    • Perangkat Lunak (Software) : aplikasi yang berjalan di perangkat digital seperti sistem operasi Windows, Microsoft Word dan Whatsapp.
Tips memilih perangkat digital untuk kuliah1
1. Kenali jurusan.
2. Daftar aplikasi yang akan digunakan.
3. Pertimbangkan mobilitas.
4. Tentukan anggaran.
5. Spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran (RAM, CPU, storage, sistem operasi, daya tahan baterai) .
6. Baca ulasan tentang produk yang akan dibeli.
7. Kunjungi toko fisik untuk mengetahui perangkat secara langsung.
Jangan tergiur harga murah.

D. Isu dan Tantangan Digital bagi Mahasiswa Non-Urban (3T : Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Perguruan Tinggi

Kita menyadari bahwa individu dari daerah non-urban seperti daerah dengan status 3T memiliki tantangan tersendiri terhadap adanya perkembangan teknologi. Tantangan itu akan semakin nyata bahkan berdampak secara langsung bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di urban area seperti kota besar di Pulau Jawa.

Status 3T merupakan singkatan dari :

  • Tertinggal: wilayah dengan keterbatasan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur,
  • Terdepan: wilayah perbatasan negara yang secara geografis sulit dijangkau,
  • Tertinggal: wilayah kepulauan atau pegunungan dengan tantangan transportasi dan komunikasi.

Meskipun kesenjangan literasi digital antara daerah urban dan non-urban adalah tantangan besar yang menuntut peran pemerintah, kita bisa mulai memperkecilnya dengan memahami tantangan tersebut dan merealisasikan solusi pada lingkup kecil. Berikut tantangan yang sering ditemui dan strategi adaptif yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dari daerah non-urban yang menempuh pendidikan di daerah perkotaan.

  •  Minimnya Fasilitas Perangkat
    • Tidak memiliki laptop pribadi
    • Mengandalkan smartphone lama
    • Aplikasi terkini tidak berjalan baik pada smartphone lama
Solusi
1. Cari jasa peminjaman laptop atau internet café disekitar kampus/kos2.
2. Pinjam laptop ke teman seangkatan.
3. Kontak bidang akademik kampus untuk bertanya mengenai peminjaman komputer di laboratorium.
  • Kesenjangan Keterampilan Digital
    • Belum terbiasa dengan platform digital penunjang pembelajaran di kampus seperti Learning Management System, Google Docs, Google Classroom.
    • Belum terbiasa menggunakan aplikasi kolaborasi daring seperti Google Docs dan Google Drive.
    • Belum terbiasa mengoperasikan komputer lab.
Solusi
1. Ikuti pelatihan komputer mandiri.
2. Belajar dari teman atau membuat kelompok belajar.
3. Maksimalkan penggunaan smartphone. Contoh mencari video tutorial 4. pengoperasian komputer maupun penggunaan aplikasi yang digunakan di kampus.
4. Catat hal-hal penting di buku catatan ketika melihat video tutorial. Baca kembali beberapa kali.
5. Datang lebih awal ketika ada mata kuliah di laboratorium komputer untuk mengeksplor perangkat komputer.
6. Bertanya kepada asisten laboratorium untuk membantu kendala yang dihadapi.
  • Tekanan Sosial & Ketimpangan Sosial Teknologi di Kampus
Solusi
1. Cari mentor atau kakak senior untuk membantu.
2. Bangun kelompok belajar.
3. Kampus mengadakan program pelatihan literasi digital sejak awal semester
4. Kampus menyediakan akses pdf atau harcopy materi kuliah.
5. Kampus mennyediakan peminjaman perangkat komputer.

Daftar Pustaka

Redhana, I. W. (2024). LITERASI DIGITAL, PEDOMAN MENGHADAPI SOCIETY 5.0. Bantul: Samudra Biru, https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=3-oTEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=related:jB0rxE1IZ7MJ:scholar.google.com/&ots=fs0EFVUCbf&sig=1PD0Pbot4Umn7pB1eyzLNEhEnbk&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments

Index